Thursday, October 2, 2014

Tinta Kekasih

Bismillahirrahmanirrahim.

*sapu sesawang*

"Weh buat apa?"
"Sapu sawang. Lama xmelawat blog usang yang sunyi ni"
"Tu apa?"
"Mana?padia?"
"Tu... ayaq kat mata hang tu ayaq mata ka mata ayaq?"

*sapu ayaq mata plak*

..........................maaf, bermonolog dengan diri sendiri.............

1 oktober 2014.

Kisah suka duka tahun akhir yang tidak pernah berakhir.

Bulan pertama semester akhir di UMK bermula penuh semangat dan azam yang baru...
Walau didatangi ujian sakit di awal beberapa minggu, tapi aku anggap itu sebagai satu penyucian jiwa.

Bulan kedua untuk semester ini bermula sedikit kalut. Banyak kot. Aku terasa berat. Amat berat.  Walau aku taw ada yang lebih berat ujiannya dari aku, tp ujian ini bagi aku sudah cukup berat.

Benar.
Mungkin apa yg terjadi pd 1 oktober ini satu peringatan dar Allah.

Ya Allah....
Aku rasa lemah amat..
Tapi siapa mereka untuk terus melemahkan aku?

Saat ini tiada siapa disisiku.
Aku menangis sendirian.
Sorang2...
Mengharap aku sudah di sisi ayah bonda untuk menggapai secebis kekuatan dari mereka.
Tapi aku sedar realiti sekarang, aku hanya seorang.
Dan aku hanya punya Allah.

Subhanallah, Alhamdulillah,Allahuakbar.

Saat aku bertenu jawapan ini,
Jawapan kepada soalan siapa aku perlu sekarang...
Semua masalah terungkai mudah...

Ya Allah!!!

Aku rasa mahu menjerit nama-Mu.
Rinduku, cintaku, hanya untuk-Mu.
Saat aku perlu bukti, Kau beri,
Saat aku butuh saksi, Kau datang.

Maha Suci Allah dengan segala ketentuan-Nya.
Aku redha~

Thursday, March 6, 2014

Titisan Cinta Ilahi

Bismillahirrahmanirrahim...

Redha.
Yakin.
Kecewa.
Sedih.

Asam garam dalam kehidupan yang memang kita semua tidak dapat elakkan...
=) Allah...

ada satu saat, aku pelik sendiri...
ada satu saat, aku hanya salahkan diri atas semua yang terjadi...
ada satu saat, aku berpeluk tubuh, menyimpan semua rasa di hati...

benar...
bila kita redha pada sesuatu yang mengecewakan hati, Allah akan gantikan sesuatu yang tidak disangka...
ini kisah aku...

sejak beberapa bulan yang lalu...
banyak berita diterima bertalu...
kaki terasa amat lemah sekali untuk berdiri..
aku cuba bertahan, dengan kuatnya kalian membantu aku....
ya, kalian yang masih berbaki...

sungguh aku tidak faham dengan semua ini...
bermain dengan hati manusia..
akhirnya aku kembali kepada Pemilik hati...

dua hari... dua hari...
dua hari ini bacaan ma'thurat aku bertukar lagu...
sendu mengiringi, air jernih mencurah bagai tidak mahu berhenti...

aku rindu...
rindu pada nuansa yang dulu...
aku pelik...
pelik pada kehilangan yang berlaku...

mungkin ini salah aku..
ya...
salah aku bukan teman yang baik pada kalian...
salah aku bukan pendengar yang setia...
salah aku bukan sahabat sempurna...

puas aku menangis petang ini beriringan lagu ma'thurat,
aku membuka kalam Allah dalam tafsir,
mengharap ada hadiah dari-Nya di petang yang terik
namun aku membasahkan bumi dengan titisan air mata...

Subhanallah!
Hadiah terbaik dari-Nya!
tepat pada aku dan situasi ini...
Surah Al-Ahzab, ayat 38-43...

[38]
Tidaklah ada sebarang keberatan yang ditanggung oleh Nabi dalam melaksanakan perkara yang telah ditetapkan Allah baginya. (Yang demikian itu) adalah menurut peraturan Allah yang tetap, yang berlaku juga kepada Nabi-nabi yang telah lalu. Dan (ingatlah) perintah Allah itu adalah satu ketetapan yang ditentukan berlakunya.
[39]
(Nabi-nabi yang telah lalu itu) ialah orang-orang yang menyampaikan syariat Allah serta mereka takut melanggar perintahNya, dan mereka pula tidak takut kepada sesiapa pun melainkan kepada Allah. Dan cukuplah Allah menjadi Penghitung (segala yang dilakukan oleh makhluk-makhlukNya untuk membalas mereka).
[40]
Bukanlah Nabi Muhammad itu (dengan sebab ada anak angkatnya) menjadi bapa yang sebenar bagi seseorang dari orang lelaki kamu, tetapi ia adalah Rasul Allah dan kesudahan segala Nabi-nabi. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
[41]
Wahai orang-orang yang beriman, (untuk bersyukur kepada Allah) ingatlah serta sebutlah nama Allah dengan ingatan serta sebutan yang sebanyak-banyaknya;
[42]
Dan bertasbihlah kamu kepadaNya pada waktu pagi dan petang.
[43]
Dia lah yang memberi rahmat kepada kamu - dan malaikatNya pula (berdoa bagi kamu) - untuk mengeluarkan kamu dari gelap-gelita (kufur dan maksiat) kepada cahaya yang terang-benderang (iman dari taat); dan adalah Ia sentiasa Melimpah-limpah rahmatNya kepada orang-orang yang beriman (di dunia dan di akhirat). 
ini hadiah terindah dari Allah buat aku renungi...
lantas titisan air mata ini lebih mengalir laju...
kali ini,
ia TITISAN CINTA BUAT ILAHI...
Syukran Ya Allah!!
Syukran masih sudi bercinta dengan aku, hamba yang penuh dosa lagi hina!

wahai teman, redha aku dengan kecewa ini bukan melepaskan engkau pergi...
redha aku dengan kecewa ini agar aku bangkit
dan terus berusaha menarik kalian kembali dalam tautan rabithah yang pernah kita bina dulu...
sungguh aku cinta kamu wahai teman!


Sunday, January 19, 2014

Surat Untuk Bulan...



Allahu Allah...

sangat susah bertahan...
melempar senyum saat hati sedang menangis...
merasa hilang dalam penuh manusia...

andai saja aku turut diberi peluang menyatakan apa yang aku rasa...
tapi aku lupa Allah sentiasa ada tuk mendengar aku setiap masa...
andai saja ada yang mengerti apa aku rasa...
tapi aku lupa yang Allah sentiasa mengerti  setiap ketika...

aku ingin berlari bebas!!
aku ingin menjerit deras!!
aku ingin di tepian pantai!!
aku ingin dibawah sinar cahaya rembulan!!
aku ingin 'bersama' Allah sebentar...

cukup itu bagi aku...
cukup sebentar itu...
aku ingin mencari aku yang kian hilang...
aku ingin melihat kembali aku yang dulu riang...
aku dulu bukan aku yang sekarang...

perasankah kalian aku sudah bukan aku yang dulu?
kalian kata kalian sahabat...
tp sebenarnya kalian memandang aku seperti malaikat...
aku penuh cela dan cacat...
namun tiada yang hampir dan hulurkan tongkat...
kalian mengangkat hingga aku berasa gayat...
sedarkah kalian, aku khuatirkan timbangan di akhirat?

aku perlukan sahabat...
bukan rakan sejawat...
bagaimana kalian melayan aku, begitu juga aku terpaksa melayan kalian...

Allah, sungguh aku rindu bulan, sahabat aku yang sering berutus surat...

Friday, January 10, 2014

Ukhuwah Bersulam Akidah

Bismillahirrahmanirrahim....

"Kita kata kita bekerja untuk Islam ni kerana Allah... berjual beli dengan Allah kononnya... tapi hakikatnya kita masuk bekerja ni mencari calon yang soleh, solehah... hakikatnya kita masuk ke dalam gerabak tarbiyah ini untuk mencari diri, mencari ukhuwah... bila kita tak dapat semua tu, mula merajuk, merajuk dengan Allah lalu tinggalkan perjuangan... Allah Allah... ada hati mengaku pejuang"

Allah T_T terasa terpukul bila mendengar kata-kata ini,
saat kami berbincang mengenai kesihatan gerabak tarbiyah kini...
semakin parah!

ada seorang sahabat, sering mengingatkan,
" kemon laaa, ukhuwah biar bersulam akidah... bukan bersulam perasaan semata-mata"

benar katanya...
kita slalu kata, ana akhukum fillah, ukhuwah fillah abadan abada...
kerana Allah laa kononnya...
tapi sebenarnya tu semua RETORIK semata!

mana bukti kalian berukhuwah dengan akidah yang sama?
mana bukti kalian berukhuwah dengan rasa cinta pada Allah?

kalau ukhuwah kalian bersalut rasa penuh penyakit hati hingga merencatkan gerak tarbiyah dan dakwah,
sila lupakan ukhuwah tahap retorik itu...
sungguh ia hanya melemahkan gerabak ini...
tiada langsung lapang dada saat kalian berkata,"ana berlapang dada dengan nta"
RETORIK!

aku kagum dengan semangat seorang sahabat... tatkala dia Allah uji dengan musibah yang berat, bibirnya terus berzikir nama-nama Allah, terus memikirkan masalah ummat dan gerabak tarbiyah...

sejak hari kejadian, dia sering bertanya perkembangan sahabat2 dan gerakan gerabak, sudah sejauh mana gerabak melangkah, sudah berapa banyak yang dia ketinggalan... dan akhirnya malam tadi dia menuturkan apa yang terbuku di hatinya selama ini...

"Akak, rindu nak berjuang bersama..."

Allah... dia rindu berjuang... tapi kami disini?
mensia-siakan peluang sihat dan tubuh badan yang kuat malah lari dari perjuangan...

saat bersama dengan sahabat2 petang tadi, pesanan Ustaz Adib, "ingatlah, kalian telah berjual beli dengan Allah, dan sekiranya kalian mati dalam ikatan jual beli ini, Allah pasti menunaikan janji-Nya pada kalian untuk berikan ganjaran yang baik..."

Faizah,
thabatlah dalam perjuangan,
walau apa pun padangan mereka, fikiran mereka, rasa  mereka terhadapmu...
yakinlah, percayalah kau sentiasa ada Allah...


Thursday, January 9, 2014

Kerana Namamu Faizah

Bismillahirrahmanirrahim...


FAIZAH FAIZAH FAIZAH FAIZAH FAIZAH FAIZAH FAIZAH!!!!!

nama faizah itu sangat besar maknanya pada diri ini...
kadang-kadang terasa tidak layak memilikinya...
tapi aku amin kan sebagai doa...

Faizah,
bermaksud wanita yang berjaya...

aku harapkan aku menjadi wanita yang berjaya dalam segala hal...
berjaya di dunia dan juga akhirat...

Amin...

sekarang fasa-fasa yang sangat stress...
Allahu, hanya Dia yang tahu apa yang aku lalui...
semoga aku berjaya juga melalui ujian ini..

Faizah tolong terus bersabar...
Faizah tolong terus tersenyum...
Faizah tolong terus kuat...
Faizah tolong terus bertahan...
Faizah tolong terus berjaya!



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...